MEKANISME PERTAHANAN DIRI

Mekanisme pertahan diri adalah berbagai kebiasaan yang bisa dipakai orang untuk memuaskan motif-motifnya.

Berikut ini adalah beberapa macam bentuk-bentuk mekanisme pertahanan diri :

  1. Rasionalisasi

Hal ini dapat terjadi bila individu berupaya memberi penjelasan yang menyenangkan (rasional) penjelasan untuk perilaku yang khusus dan sering tidak didinginkan.

2. Konpensasi

Yaitu dimana saat seseorang dengan perasaan kekurangan atau ketidakcukupan berusaha sendiri dengan upaya tambahan guna mengatasi perasaan-perasaan tidak aman.

bentuk konpensasi ada yang berbentuk positif dan juga ada yang berbentuk negatif. Salah satu bentuk konpensasi positif mungkin dapat kita lihat dalam diri seorang yang anaknya mengalami kecacatan atau misalnya autis kemudia menghabiskan seluruh kemampuan. waktu dan tenaganya untuk membantu anak cacat/autis atau bahkan mendirikan sbuah yayasan untuk anak cacat.

3. Kepasrahan

Kepasrahan dapat dinyatakan sebagai kedaan menyerah, menarik diri dari keterlibatan dengan seseorang dengan sustu keadaan khusus.

4. Pelarian

Pelarian merupakan melarikan diri dari situasi khusus yang menyebabkan kekecewaan atau kegelisahan. Pelarian dapat mengakibatkan seseorang mengambil suatu pekerjaan baru sebagai sarana untuk melarikan diri dari pekerjaan yang sekarang, melamun, lari dari rumah, bahkan meminum obat-obatan yang melebihi dosis.

5. Represi

Represi merupakan luapan pengalaman atau perasan tertentu dari kesadarannya. Hal ini bisa disebabkan karena cenderung adanya tekanan baik dari lingkungan atau keluarga.

6. Pemikiran obsesif

Pemikiran obsesif merupakan reaksi dari penyesuaian diri. Yaitu perilaku seseorang yang membesar-besarkan semua ukuran realistis permasalahan atau situasi yang dialaminya.

7. Pengalihan

Pengalihan dapat didefinisikan sebagai proses psikologis dari perasaan-perasaan terpendam yang kemudian dialihkan kearah objek-objek lain daripada arah sumber pokok kekecewaan. Pengambinghitaman adalah termasuk jenis-jenis pengalihan.

8. Perubahan

Yang dimaksud dengan perubahan adalah suatu proses psikologis, misalnya dalam hal kekecewaan emosional diekspresikan dalam gejala-gejala jasmani yang sakit atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: