Kepuasan Kerja

  1. Pengertian Kepuasan Kerja

Menurut Hasibuan, kepuasan kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Menurut wexley dan Yulk kepuasan kerja adalah cara seseorang pekerja merasakan pekerjaannya, sikap seseorang terhadap pekerjaannya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan.

Hopeck menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. Sedangkan Blum mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap kasus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan social individu di luar kerja.

  1. Teori tentang Kepuasan Kerja

  • Teori Ketidakpuasan

Pertama kali dipelopori oleh porter, yaitu porter mengukur kepuasan kerja dengan menghitung selisish antara apa yang seharusnya deangan kenyataan yang dirasakan. Kemudian Locke menerangkan bahwa kepuasan kerja seseorang bertentangan pada discrepancy anatara Should be (expectation need atau value) dengan apa yang menurut perasaannya atau persepsinya telah diperoleh atau dicapai melalui pekerjaan, dengan demikian orang akan merasa puas bila tidak ada perbedaan antara yang diinginkan dengan persepsinya atas kenyataan, karena batas minimum yang diinginkan telah terpenuhi.

Apabila data yang didapat ternyata lebih besar dan pada yang diinginkan maka orang akan menjadi lebih puas lagi walaupun terdapat discrepancy tetapi sifatnya positif, sebaliknya makin jauh kenyataan yang dirasakan itu dibawah standar minimumnya sehingga menjadi negative discrepancy, maka kian besar pula ketidakpuasan seseorang terhadap pekerjaan.

  • Teori Keadilan

Dikembangkan  oleh Adams adapun pendahulu teori ini adalah Zaleznik. Prinsip teori ini adalah orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah dia merasakan adanya keadilan (equity) tidak atas suatu situasi persaan equity in equity dalam situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantir, ataupun tempat lain. Menurut teori ini elemen-elemen equity ada tiga yaitu ; input, output comes, comparison person.

  1. Input adalah segala sesuatu yang berharga yang dirasakan kebanyakan sebagai sumbangan terhadap pekerjaan. Seperti : education, experiences, skill dan lain-lain.
  2. Outcomes adalah segala sesuatu yang berharga, yang dirasakan karyawan sebagai “hasil” dari pekerjaannya example : pay, status, symbol dan lain-lain.
  3. Comparison person adalah kepada orang lain dengan siapa karyawan membandingkan rasio input outcomes yang dimilikinya. Comparison ini bisa berupa seseorang di perusahaan yang sama atau temapt lain atau dirinya sendiri di waktu lampau.

Menurut Wexly dan Yulk menurut teori ini setiap karyawan akan membandingkan ratio input outcomesnya dengan orang lain (comparison person)bila perbandingan dianggap cukup adil maka ia akan merasa puas bila perbandingan tidak seimbang tetapi ia menginginkan akan timbul ketidakpuasan. Kelemahan teori ini adalah kenyataan bahwa kepuasan juga ditentukan oleg individual differences selain itu tidak liniernya hubungan antara besarnya kompensasi (seperti, upah) dengan tingkat kepuasan lebih banyak bertentangan dengan karyawan

  • Teori Dua Faktor

Menurut Hezberg, Prinsip teori ini bahwa kepuasan kerja dan ketidakpuasan itu merupakan dua hal yang berbeda. Artinya kepuasan dan tidaknya suatu pekerjaan itu merupakan suatu variable kontinyu, dua faktor yang dapat menyebabkan puas atau tidak puasnya karyawan.

Menurut teori ini, kepuasan kerja karyawan bergantung pada terpenuhi atau tidaknya kebutuhan karyawan, karyawan akan merasa puas apabila ia mendapatkan sesuatu kebutuhannya, makin besar kebutuhan karyawan terpenuhi, makin puas pula karyawan tersebut. Begitu pula sebaliknya, apabila kebutuhan karyawan tidak terpenuhi, karyawan akan mersa tidak puas.

  • Teori Pandangan Kelompok (Social reference group theory)

Menurut teori ini, kepuasan kerja karyawan bukanlah bergantung pada pemenuhan saja, tetapi sangat bergantung pandangan dan pendapat kelompok yang oleh para karyawan dianggap sebagai kelompok acuan, kelompok  acuan tersebut oleh karyawan dijadikan tolak ukur untuk menilai dirinya maupun lingkungannya. Jadi karyawan akan merasa puas apabila pekerjaanyang dikerjakannya sesuai dengan minat dan kebutuhan yang diharapkan oleh kelompok acuan.

  • Teori Pengharapan

Teori pengharapan dikembangkan oleh Victor H. Vroom kemudian teori ini diperluas oleh Porter dan Lawrer. Vroom menjelaskan bahwa “motivasi merupakan suatu produk dari cara seseorang menginginkan sesuatu dan penaksiran seseorang tersebut memungkinkan aksi tetentu yang akan menuntunnya”.

3.  Faktor-Faktor Kepuasan Kerja

Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, faktor-faktor itu sendiri dalam peranan nya memberikan kepuasan kepada karyawan tentang pribadi masing-masing karyawan. Faktor-faktor kepuasan kerja berpangkal dari berbagai aspek pekerjaan seperti upah, kesempatan promosi, pengawasan dan reka-rekan sekerja. Disamping itu juga berasal dari faktor-faktor lingkungan kerja seperti gaya pengawasan (Supervisi), kebijakan dan procedure, keanggotaan kelompok kerja, serta kondisi kerja. Dari sejumlah dimensi yang dihubungkan dengan kepuasan kerja, lima diantaranya merupakan karakteristik yang paling penting :

  1. Upah, yaitu jumlah upah yang diterima dan dianggap upah yang wajar
  2. Pekerjaan, yaitu keadaan dimana tugas pekerjaan dianggap menarik, memberikan kesempatan untuk belajar dan bertanggung jawab
  3. Kesempatan Promosi, yaitu tersedianya kesempatan untuk maju
  4. Pengawasan, yaitu kemampuan pengawas untuk menunjukkan minat dan perhatian terhadap karyawan
  5. Rekan sekerja, yaitu keadaan dimana rekan sekerja menunjukkan sikap persahabatan dan mendorong.

Menurut Blumm faktor-faktor yang memberikan kepuasan kerja sebagai berikut :

  1. Faktor Individu meliputi, umur, kesehatan, watak dan harapan.
  2. Faktor social, meliputi hubungan kekeluargaan, kebebasan berpolitik,k hubungan kemasyarakatan.

Faktor utama dalam pekerjaan meliputi, upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja dan kesempatan untuk maju. Selain itu juga penghargaan terhadap kecakapan, hubungan social dalam pekerjaan, ketepatan dalam menyelesaikan konflik antar manusia, perasaan diperlakukan adil baik yang menyangkut pribadi maupun tugas.

Sedangkan menurut Gillmer, faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah :

  1. Kesempatan untuk maju

Dalam hal ini tidak adanya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama kerja.

2. Keamanan Kerja

Faktor ini disebut sebagai penunjang kepuasan kerja baik bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan aman sangat dipengaruhi perasaan karyawan selama kerja.

3. Gaji

Gaji satu bulan banyak menyebabkan ketidakpuasan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya

4. Perusahaan dan manajemen

Peruahaan dan manajemen yang baik adalah mampu memberikan stuasi kondisi kerja yang stabil, faktor ini yang menentukan kepuasan kerja karyawan.

5. Pengawasan

Supervisi yang buruk dapat dapat berakibat absensi dan turn over

6. Faktor Instrinsik dan pekerjaan

Atribut yang ada pada pekerjaan mengisyaratkan pada keterampilan dan sukar mudahnya serta kebanggaan akan tugas meningkatkan atau menguragi kepuasan.

7. Kondisi kerja

Termasuk disini kondisi tempat, ventilasi, penyinaran, kantin dan parkir.

8. Aspek Sosial dalam pekerjaan

Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja

9. Komunikasi

Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alsan untuk menyangkal jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami, mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.

10. Fasilitas

Rumah sakit, cuti dan pensiun atau pemakaman merupakan standart jabatan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat dirangkum mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu :

a. Faktor psikologis

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan yang meliputi, minat, ketentraman dalam kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan

b. Faktor Sosial

Merupkan faktor yang berhubungan dengan interaksi seseorang baik antara sesama karyawan, dengan atasannya maupun karyawan yang berbeda jenis pekerjaannya.

c. Faktor fisik

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik karyawan, meliputi jenis pekerjaan, istirahat, penmgaturan suhu ruangan, konsisi keselamatan dan kesehatan kerja, umur dll.

d. Faktor finansial

Merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteran karyawan yang meliputi sistem besarnya gaji jaminan social, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: