Kecerdasan Interpersonal

1. Pengertian Kecerdasan Interpersonal

Manusia sebagai makhluk sosial, mereka membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Akan tetapi tidak semua individu dapat menjalin hubungan yang baik dengan individu lain. Untuk mendukung terjalinnya hubungan yang baik tersebut kecerdasan interpersonal menjadi sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Kecerdasan interpersonal ini menjadi penting karena pada dasarnya manusia tidak bisa menyendiri. Banyak kegiatan dalam hidup seseorang terkait dengan orang lain.

Howard Gardner seorang ahli psikologi perkembangan mengemukakan tentang teori kecerdasan ganda yang biasa disebut dengan multiple intelligence yang terdiri dari sembilan kecerdasan, yang mana salah satunya adalah kecerdasan interpersonal. Kesembilan kecerdasan tersebut adalah :

1). Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence),

Kemampuan dalam mengolah bahasa, membuat suatu kalimat, mudah memahami kata-kata (bahasa) menjadikannya sesuatu yang indah.

2). Kecerdasan matematis-logis (logical-mathematical intelligence),

Kemampuan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan angka-angka dan pemikiran logis.

3). Kecerdasan ruang (spatial intelligence),

Kemampuan dalam memahami prespektif ruang dan dimensi.

4). Kecerdasan kinestetik (kinesthetic intelligence),

Kemampuan dalam aktivitas olah raga, atletik, menari dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kelincahan tubuh.

5). Kecerdasan musikal (musical intelligence),

Kemampuan dalam menyusun lagu, menyanyi, memainkan alat musik dengan sangat baik.

6). Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence),

Kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain.

7). Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence),

Kemampuan dalam memahami diri sendiri.

8). Kecerdasan lingkungan/naturalis (naturalist intelligence),

Kemampuan dalam memahami gejala-gejala alam, memperhatikan kesadaran ekologis dan menunjukkan kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam.

9). Kecerdasan eksistensial (existential intelligence).

Kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia.

Kecerdasan interpersonal atau bisa juga disebut kecerdasan sosial. Dua tokoh dari psikologi inteligensi yang menegaskan adanya kecerdasan interpersonal adalah Howard Gardner (1999) sedangkan dengan sebutan kecerdasan sosial adalah Edward L. Thorndike (Azwar,1997) .

Dalam bukunya, Safaria menyebutkan bahwa kecerdasan interpersonal atau bisa dikatakan juga sebagai kecerdasan sosial, diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi menang-menang atau menguntungkan.

Inteligensi Interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, temperament orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara. Isyarat dari orang lain juga masuk dalam inteligensi ini. Secara umum kecerdasan interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang.

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang disekitar kita, kecerdasan ini adalah kemampuan kita untuk memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan orang lain dan menanggapinya secara layak.

Daniel Goleman dalam buku Sosial Intelligence menyebutkan bahwa kecerdasan sosial merujuk pada spectrum yang merentang dari secara instan merasa keadaan batiniah orang lain sampai memahami perasaan dan pikirannya.

Ada juga yang mendefinisikan kecerdasan interpersonal sebagai suatu kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini juga melibatkan kepekaan pada ekspresi wajah, suara dan gerakan tubuh dari orang lain dan mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal adalah suatu kemampuan atau keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi saling menguntungkan.

Pengertian tersebut lebih mencakup kepada hubungan dalam kecerdasan interpersonal yang telah dijelaskan.

2. Dimensi Kecerdasan Interpersonal

Anderson dalam Safaria mengemukakan bahwa kecerdasan interpersonal mempunyai tiga dimensi utama. Yang mana ketiga dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh serta ketiganya saling mengisi satu sama lainnya.

Berikut ini tiga dimensi kecerdasan interpersonal :

1. social sensitivity (sensitivitas sosial).

Kemampuan untuk mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun non verbal. Anak yang memiliki sensivitas yang tinggi akan mudah memahami dan menyadari adanya reaksi-reaksi tertentu dari orang lain, entah reaksi tersebut positif ataupun negatif.

Adapun indikator dari sensivitas sosial itu sendiri menurut Safaria adalah sebagai berikut :

a. Sikap empati

Empati adalah pemahaman kita tentang orang lain berdasarkan sudut pandang, prespektif, kebutuhan-kebutuhan, pengalaman-pengalaman orang tersebut. Oleh sebab itu sikap empati sangat dibutuhkan di dalam proses bersosialisasi agar tercipta suatu hubungan yang saling menguntungkan dan bermakna.

b. Sikap Prososial

Prososial adalah tindakan moral yang harus dilakukan secara cultural seperti berbagi, membantu seseorang yang membutuhkan, bekerja sama dengan orang lain dan mengungkapkan simpati.

2. social insight

Kemampuan seseorang untuk memahami dan mencari pemecahan masalah yang efektif dalam satu interaksi sosial, sehingga masalah-masalah tersebut tidak menghambat apalagi menghancurkan relasi sosial yang telah di bangun. Di dalamnya juga terdapat kemampuan dalam memahami situasi sosial dan etika sosial sehingga anak mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi tersebut.

Fondasi dasar dari social insight ini adalah berkembangnya kesadaran diri anak secara baik. Kesadaran diri yang berkembang ini akan membuat anak mampu memahami keadaan dirinya baik keadaan internal maupun eksternal seperti menyadari emosi-emosinya yang sedang muncul, atau menyadari penampilan cara berpakaiannya sendiri, cara berbicaranya dan intonasi suaranya.

Adapun indikator dari sosial insight adalah :

a. Kesadaran diri

Kesadaran diri adalah mampu menyadari dan menghayati totalitas keberadaannya di dunia seperti menyadari keinginan-keinginannya, cita-citanya, harapan-harapannya dan tujuan-tujuannya dimasa depan.

Kesadaran diri ini sangat penting dimiliki oleh anak karena kesadaran diri memiliki fungsi monitoring dan fungsi kontrol dalam diri.

b. Pemahaman situasi sosial dan etika sosial

Dalam bertingkah laku tentunya harus diperhatikan mengenai situasi dan etika sosial. Pemahaman ini mengatur perilaku mana yang harus dilakukan dan perilaku mana yang dilarang untuk dilakukan. Aturan-aturan ini mencakup banyak hal seperti bagaimana etika dalam bertamu, berteman, makan, bermain, meminjam, minta tolong dan masih banyak hal lainnya.

c. Keterampilan pemecahan masalah

Dalam menghadapi konflik interpersonal, sangatlah dibutuhkan keterampilan dalam pemecahan masalah. Semakin tinggi kemampuan anak dalam memecahkan masalah, maka akan semakin positif hasil yang akan di dapatkan dari penyelesaian konflik antar pribadi tersebut.

3. social communication

Penguasaan keterampilan komunikasi sosial merupakan kemampuan individu untuk menggunakan proses komunikasi dalam menjalin dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dalam proses menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi sosial, maka seseorang membutuhkan sarananya. Tentu saja sarana yang digunakan adalah melalui proses komunikasi, yang mencakup baik komunikasi verbal, non verbal maupun komunikasi melalui penampilan fisik. Keterampilan komunikasi yang yang harus dikuasai adalah keterampilan mendengarkan efektif, keterampilan berbicara efektif, keterampilan public speaking dan keterampilan menulis secara efektif (Anderson, 1999).

a. Komunikasi efektif

Komunikasi merupakan sarana yang paling penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi harus dimiliki seseorang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Ada empat keterampilan berkomunikasi dasar yang perlu dilatih, yaitu memberikan umpan balik, mengungkapkan perasaan, mendukung dan menanggapi orang lain serta menerima diri dan orang lain.

b. Mendengarkan efektif.

Salah satu keterampilan komunikasi adalah keterampilan mendengarkan. Mendengarkan membutuhkan perhatian dan sikap empati, sehingga orang merasa dimengerti dan dihargai.

3. Karakter Individu Yang Memiliki Kecerdasan Interpersonal

Individu yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi, tentunya memiliki karakteristik-karakteristik yang berbeda dengan individu yang tidak memiliki kecerdasan interpersonal.

Dalam buku interpersonal intelligence, Safaria menyebutkan karakteristik anak yang memiliki kecerdasan interpersoanal yang tinggi yaitu :

1). Mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif,

2). Mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara total,

3). Mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak musnah dimakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intim/mendalam/penuh makna

4). Mampu menyadari komunikasi verbal maupun non verbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitive terhadap perubahan sosial dan tuntutan-tuntutannya.

5). Mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan pendekatan win-win solution serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam relasi sosialnya

6). Memiliki keterampilan komunikasi yang mencakup keterampilan mendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara efektif. Termasuk di dalamnya mampu menampilkan penampilan fisik yang sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya.

4. Peran Kecerdasan Interpersonal

Kita semua mengetahui bahwa memiliki suatu jaringan persahabatan yang kuat akan membantu kita dalam kehidupan pribadi maupun professional kita.

Kecerdasan interpersonal menjadi penting karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Seseorang yang gagal dalam mengembangkan kecerdasan interpersonalnnya akan mengalami banyak hambatan dalam perkembangan sosialnnya.

Dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi maka komunikasi antar pribadi akan terjalin dengan baik pula. Komunikasi merupakan hal yang penting bagi perkembangan psikologis individu. Adapun manfaat komunikasi antar pribadi yaitu :

a. Komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial anak

b. Melalui komunikasi dengan orang lain maka jati diri atau identitas diri akan terbentuk

c. Pemahaman realitas dunia disekelilingnya dapat dicapai melalui perbandingan sosial

d. Kualitas komunikasi atau hubungan antar pribadi yang terjalin, terutama dengan teman-teman dekat menentukan kondisi kesehatan mental seseorang.

5. Pengembangan Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan yang ada pada setiap individu merupakan suatu hal yang dapat berkembang dan meningkat apabila kita mau untuk mengasahnya. Ada beberapa metode untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal. Ada tujuh kiat-kiat untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal :

a. Mengembangkan kesadaran diri

Anak yang memiliki kesadaran yang tinggi akan lebih mampu mengenali perubahan emosi-emosinya, sehingga anak akan lebih mampu mengendalikan emosi tersebut dengan terlebih dahulu mampu menyadarinya.

b. Mengajarkan pemahaman situasi sosial dan etika sosial

Pemahaman norma-norma sosial merupakan kunci sukses dalam membina dan mempertahankan sebuah hubungan dengan orang lain. Pemahaman situasi sosial ini mencakup bagaimana aturan-aturan yang menyangkut dalam etika kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya akan mengerti bagaimana harus menyesuaikan perilakunya dalam setiap setuasi sosial.

c. Mengajarkan pemecahan masalah efektif

Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi akan memiliki keterampilan memecahkan konflik antar pribadi yang efektif, dibandingkan dengan anak yang kecerdasan interpersonalnya rendah.

d. Mengembangkan sikap empati

Sikap empati sangat dibutuhkan di dalam proses pertemanan agar tercipta hubungan yang bermakna dan saling menguntungkan.

e. Mengembangkan sikap prososial

Perilaku prososial sangat berperan bagi kesuksesan anak dalam menjalin hubungan dengan teman sebayanya. Anak-anak yang disukai oleh teman sebayanya kebanyakan menunjukkan perilaku prososial yang tinggi.

f. Mengajarkan berkomunikasi secara santun

Komunikasi merupakan sarana yang paling penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang yang menginginkan kesuksesan di dalam hidupnya.

g. Mengajarkan cara mendengar efektif

Keterampilan mendengarkan ini akan menunjang proses komunikasi anak dengan orang lain. Sebab orang akan merasa dihargai dan diperhatikan ketika mereka merasa diperhatikan.

6. Kecerdasan Interpersonal dalam Prespektif Islam

Sebagai makhluk sosial setiap insan di dunia sangat tergantung dengan orang lain, karena mereka tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu harus mampu berinteraksi dengan baik antara sesamanya. Individu yang dapat berinteraksi sosial dengan baik, maka individu tersebut memiliki kecerdasan interpersonal yang baik.

Manusia adalah bersaudara, sehingga sudah seharusnya kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama orang mu’min. Dalam surat Ali Imran ayat 103 disebutkan :

Artinya : “dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran : 103)

Memiliki keterampilan dalam berkomunikasi menunjukkan tingkat kecerdasan interpersonal seseorang. Di dalam Al-Qur’an sendiri kita banyak menemukan tuntutan yang bagus dalam etika berkomunikasi. Salah satunya yaitu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra’ ayat 28 :

Artinya : “dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas” (QS. Al-Isra’ : 28)

Maksud dari ucapan yang pantas disini adalah perkataan yang baik agar mereka tidak kecewa lantaran mereka belum mendapat bantuan dari kamu. dalam pada itu kamu berusaha untuk mendapat rezki (rahmat) dari Tuhanmu, sehingga dapat memberikan kepada mereka hak-hak mereka.

Salah satu dimensi dari kecerdasan interpersonal adalah sikap empati, yang mana menuntut kita untuk bisa memahami keadaan orang lain. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya : perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyanyangi bagaikan sebuah tubuh. Apabila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh tubuh akan merasa sakit, (HR. Muslim dan Ahmad)

Dalam Al-Qur’an masih terdapat etika yang lain, misalnya dalam berkomunikasi harus dengan bahasa yang lemah lembut. Sebagai mana dalam surat Thaha ayat 44 yang berbunyi :

Artinya : “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Inilah kiat komunikasi yang efektif dalam islam. Berkomunikasi harus dilakukan dengan lemah lembut, tanpa emosi, apalagi mencaci maki orang yang ingin dibawa ke jalan yang benar. Dengan cara seperti ini bisa lebih cepat difahami dan diyakini oleh lawan dialog. Karena sebaliknya, Allah membenci orang-orang yang berbicara dengan nada keras atau intonasi yang lebih tinggi seperti yang disebutkan dalam surat Luqman ayat 19 yang berbunyi :

Artimya : “dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (QS. Luqman : 19)

Dari beberapa ayat yang disebutkan diatas menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kecerdasan yang harus ditingkatkan demi menjalin hubungan yang baik antara sesama manusia.

Referensi:

Safaria, T. Interpersonal Intelligence. Yogyakarta : Amara Books. 2005

Suparno, Paul. Teori Inteligensi Ganda, dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta, Kanisius, 2004

Lwin, M dkk. Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan(Edisi Indonesia). Yogyakarta, Indeks. 2008

Goleman, Daniel. Sosial Intelligence(Edisi Indonesia). Jakarta, Gramedia. 2007

Gunawan, Adi W. Genius Learning Strategy. Jakarta : Gramedia. 2004

1 Komentar (+add yours?)

  1. Ihwa
    Apr 05, 2011 @ 15:58:10

    Terima kasih atas infonya, kalau bisa, tulis tentang spesifikasi kecerdasan matematis lagis dan kecerdasan eksistensial donk…., thx b4.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: